Thursday, October 25, 2012

Emas ditumpukan Sampah



Ketika seragam putih abu-abu kita simpan rapi didalam lemari baju dan perlahan kita lupakan, membuat hati bimbang akan kehidupan setelah itu, kuliah atau kerja? Melanjutkan pendidikan dibangku kuliah adalah cita-cita setiap orang, namun realita kehidupan yang kadang menguburkan semua angan.

Masuk perguruan tinggi ternama merupakan impian, selain alasan belajar dan menuntut ilmu, terkadang masalah gengsi merupakan faktor lain dalam memilih tempat berlabuh selanjutnya. Semua manusia memiliki rencana tetapi kenyataan adalah kehendak dari Yang Kuasa. Tak jarang sesuatu yang selama ini kita damba-dambakan menjadi milik orang lain, begitupun sebaliknya.

Mungkin ada beberapa orang yang sekarang sedang menjalani studi di perguruan tinggi ternama memandang sebelah mata teman-teman lain yang hanya mampu masuk di perguruan tinggi yang biasa saja, dan bahkan ada yang menganggap sebagai buangan. Namun jangan menanggapi itu sebagai sebuah hinaan, jadikan itu sebagai motivasi kita untuk lebih baik dari mereka, jadilah yang terbaik diantara yang lain.

Berterima kasihlah kepada mereka yang menganggap kita seperti sampah, karena mereka mengajarkan kita untuk sabar dan lebih gigih lagi untuk meraih cita-cita. Akan lebih baik menjadi emas ditumpukan sampah, dibandingkan menjadi sampah ditumpukan emas.

Hal terpenting yang harus kita tanamkan dihati adalah kita bukanlah buangan apalagi sampah seperti anggapan mereka, kita adalah orang-orang beruntung dan terpilih yang mampu melanjutkan pendidikan di bangku kuliah walau hanya di kampus kotak ini, karena masih banyak saudara-saudara kita yang memiliki cita-cita sama namun tidak memiliki kesempatan sebaik kita.

Manfaatkanlah kesempatan ini, jangan kecewakan kedua orang tua yang telah mengorbankan semuanya, jangan biarkan air mata keduanya menetes karena kegagalan kita, mereka yang selalu menantikan keberhasilan kita di rumah, tempat kita dilahirkan.


No comments:

Post a Comment