Ketika
seragam putih abu-abu kita simpan rapi didalam lemari baju dan perlahan kita
lupakan, membuat hati bimbang akan kehidupan setelah itu, kuliah atau kerja?
Melanjutkan pendidikan dibangku kuliah adalah cita-cita setiap orang, namun realita
kehidupan yang kadang menguburkan semua angan.
Masuk
perguruan tinggi ternama merupakan impian, selain alasan belajar dan menuntut
ilmu, terkadang masalah gengsi merupakan faktor lain dalam memilih tempat
berlabuh selanjutnya. Semua manusia memiliki rencana tetapi kenyataan adalah kehendak
dari Yang Kuasa. Tak jarang sesuatu yang selama ini kita damba-dambakan menjadi
milik orang lain, begitupun sebaliknya.
Mungkin
ada beberapa orang yang sekarang sedang menjalani studi di perguruan tinggi
ternama memandang sebelah mata teman-teman lain yang hanya mampu masuk di
perguruan tinggi yang biasa saja, dan bahkan ada yang menganggap sebagai
buangan. Namun jangan menanggapi itu sebagai sebuah hinaan, jadikan itu sebagai
motivasi kita untuk lebih baik dari mereka, jadilah yang terbaik diantara yang
lain.
Berterima
kasihlah kepada mereka yang menganggap kita seperti sampah, karena mereka
mengajarkan kita untuk sabar dan lebih gigih lagi untuk meraih cita-cita. Akan
lebih baik menjadi emas ditumpukan sampah, dibandingkan menjadi sampah
ditumpukan emas.
Hal terpenting
yang harus kita tanamkan dihati adalah kita bukanlah buangan apalagi sampah
seperti anggapan mereka, kita adalah orang-orang beruntung dan terpilih yang
mampu melanjutkan pendidikan di bangku
kuliah walau hanya di kampus kotak ini, karena masih banyak saudara-saudara
kita yang memiliki cita-cita sama namun tidak memiliki kesempatan sebaik kita.
Manfaatkanlah
kesempatan ini, jangan kecewakan kedua orang tua yang telah mengorbankan
semuanya, jangan biarkan air mata keduanya menetes karena kegagalan kita,
mereka yang selalu menantikan keberhasilan kita di rumah, tempat kita
dilahirkan.

No comments:
Post a Comment