Saturday, October 27, 2012

Mahasiswa itu ada tipenya???

Beraneka ragam jenis mahasiswa terdapat di kampus, ini mahasiswa atau suaka marga satwa? Mungkin akan lebih mudah mengkategorikan keragaman tersebut dengan istilah-istilah hewan sesuai kebiasaan-kebiasaan mahasiswa secara umum.

Mungkin bukanlah sesuatu yang baru lagi ditelinga istilah mahasiswa kupu-kupu. Ya disebut kupu-kupu bukan karena mereka mempunyai sayap yang indah atau dua buah tentakel penghisap madunya. Tipe mahasiswa ini biasanya lebih didominasi oleh mereka yang memakai kaca mata, potongan rambut rapi, celana bahan berwarna gelap dan setiap harinya memakai kemeja, biasanya tipe mahasiswa ini adalah kumpulan dari mereka yang pintar dan rajin karena setiap harinya mereka hanya kuliah lalu pulang dan selalu belajar, tepat sekali disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Yang menarik dari tipe mahasiswa ini adalah mereka akan mendadak menjadi idola teman-teman yang lain, walau hanya ketika ujian dan ketika ada pekerjaan rumah yang rumit saja.

Lalu ada lagi tipe mahasiswa kura-kura. Apa mereka mahasiswa yang jalannya lambat karena isi tas yang terlalu berat? Tentu tidak, tipe mahasiswa ini adalah mereka yang mengabdikan seluruh jiwa dan raganya untuk rakyat (kata mereka sih), lebih tepatnya mereka adalah bagian dari mahasiswa lain yang berkecimpung di dunia organisasi. Selain kuliah dikelas, mereka mempunyai segudang kegiatan. Ada kegiatan pasti ada persiapan dan persiapan tidak akan jauh dari kata yang namanya rapat. Ya benar sekali mereka yang menghabiskan waktu selain jam kuliahnya untuk rapat, mahasiswa kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat).

Dan tidak ketinggalan tipe mahasiswa ini, mahasiswa kunang-kunang. Mereka memang punya pesona, mengepakkan kedua sayapnya selangkah demi selangkah dan menari-nari di udara, tak lelah menerangi lingkungan sekitarnya yang gelap. Upps ini bukan tipe mahasiswa kunang-kunang tapi kunang-kunang asli hehehe...
Tipe mahasiswa ini mempunyai solidaritas yang tinggi. Bukan hanya itu, potongan lirik lagu band ternama mereka ambil dan mereka jadikan slogan. Pada sudah tahu kan apa yang saya maksud? Ya... benar sekali, “Makan ngga makan yang penting ngumpul”, band ternama yang karirnya bukan cuma di dunia musik saja, tapi mereka juga bergerak dalam bisnis distribusi air, Selang. Sehingga tak jarang tipe mahasiswa ini lebih memilih kuliah di kantin atau di mall-mall dekat kampus dibandingkan kuliah di kelas. Waduh disana kuliah apa ya? Ternyata mereka diskusi toh alias ngobrol. Tapi jangan salah loh, tipe mahasiswa ini semua pejabat-pejabat mahasiswa di kampus, ada ketua RT, ketua RW, lurah, camat, dan bahkan ada yang sudah jadi gubernur. Kok kampus udah seperti negara aja ya? Ohh ternyata mereka mayoritas sesepu kampus, mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai kampus sehingga tak jarang melupakan topi segilima yang ada tali rumbainya. Tipe mahasiswa ini menghabiskan masa studinya hanya untuk nangkring-nangkring dari pada mengejar target lulus tepat waktu dengan nilai yang baik. Tidak salah lagi, inilah tipe mahasiswa kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring).

Termasuk tipe mahasiswa manakah teman-teman sekalian? Atau mungkin punya tipe sendiri yang dikategorikan berdasarkan kemiripan wajah dengan hewan yang bersangkutan? Hehehe... Just kidding.

Semua uraian diatas hanyalah lelucon semata yang kebenarannya hanya beberapa persen saja. Hal yang terpenting apupun tipe diri kita, minumnya tetap Teh Gelas Sastro. Ohh bukan, tetaplah menjadi pribadi yang memilki kepedulian dan loyalitas tinggi terhadap kampus dan tentunya tidak melupakan amanah kedua orang tua. Pada hakikatnya, IP (Indeks Prestasi) hanyalah bentuk tanggung jawab kita kepada orang tua, tetapi ilmu adalah bekal nyata akan pengabdian kita nanti kepada Nusa dan Bangsa.  Kuliah penting, organisasi juga penting, bersosialisasi juga tidak boleh dilupakan, semuanya harus seimbang agar dicapai tujuan yang telah menjadi impian.

readmore »»  
[ Read More.. ]

Thursday, October 25, 2012

Emas ditumpukan Sampah



Ketika seragam putih abu-abu kita simpan rapi didalam lemari baju dan perlahan kita lupakan, membuat hati bimbang akan kehidupan setelah itu, kuliah atau kerja? Melanjutkan pendidikan dibangku kuliah adalah cita-cita setiap orang, namun realita kehidupan yang kadang menguburkan semua angan.

Masuk perguruan tinggi ternama merupakan impian, selain alasan belajar dan menuntut ilmu, terkadang masalah gengsi merupakan faktor lain dalam memilih tempat berlabuh selanjutnya. Semua manusia memiliki rencana tetapi kenyataan adalah kehendak dari Yang Kuasa. Tak jarang sesuatu yang selama ini kita damba-dambakan menjadi milik orang lain, begitupun sebaliknya.

Mungkin ada beberapa orang yang sekarang sedang menjalani studi di perguruan tinggi ternama memandang sebelah mata teman-teman lain yang hanya mampu masuk di perguruan tinggi yang biasa saja, dan bahkan ada yang menganggap sebagai buangan. Namun jangan menanggapi itu sebagai sebuah hinaan, jadikan itu sebagai motivasi kita untuk lebih baik dari mereka, jadilah yang terbaik diantara yang lain.

Berterima kasihlah kepada mereka yang menganggap kita seperti sampah, karena mereka mengajarkan kita untuk sabar dan lebih gigih lagi untuk meraih cita-cita. Akan lebih baik menjadi emas ditumpukan sampah, dibandingkan menjadi sampah ditumpukan emas.

Hal terpenting yang harus kita tanamkan dihati adalah kita bukanlah buangan apalagi sampah seperti anggapan mereka, kita adalah orang-orang beruntung dan terpilih yang mampu melanjutkan pendidikan di bangku kuliah walau hanya di kampus kotak ini, karena masih banyak saudara-saudara kita yang memiliki cita-cita sama namun tidak memiliki kesempatan sebaik kita.

Manfaatkanlah kesempatan ini, jangan kecewakan kedua orang tua yang telah mengorbankan semuanya, jangan biarkan air mata keduanya menetes karena kegagalan kita, mereka yang selalu menantikan keberhasilan kita di rumah, tempat kita dilahirkan.

readmore »»  
[ Read More.. ]