Perkembangan teknologi cyber tidak bisa di hindarkan. Perkembangan
teknologi ibarat sebilah pisau yang memiliki dua sisi, tentu menghadirkan
dampak positif dan dampak negatif. Kehadiran internet memberikan solusi tehadap
kebutuhan masyarakat modern.
Seiring berjalannya perkembangan tersebut, lahirnya jejaring sosial
yang menawarkan trend/gaya hidup baru. Lahirnya jejaring sosial memberikan
banyak manfaat bagi penggunanya. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit sisi
kriminalitas yang mengintai dibalik itu semua, seperti penipuan, penjajakan
seks, atau mungkin modus kejahatan lain. Targetnya tak lain para pengusaha dan
anak-anak usia remaja seperti pelajar, mahasiswa, dan bahkan penerima beasiswa.
Jejaring sosial merupakan permainan baru yang lahir terus
berkembang. Perlunya kesiapan sebelum
terjun dan larut kedalamnya. Sifat kehati-hatian juga diperlukan saat
menggunakan agar tidak terjebak dengan kejahatan terselubung yang ada
didalamnya.
Seiring berjalannya waktu, jejaring sosial yang bukan hanya dipandang sebagai
trend saja, bahkan banyak yang menganggapnya sebagai suatu kebutuhan terutama
remaja dan tak lepas juga mahasiswa, sehingga menyebabkan ketergantungan para
penggunanya. Memang bukan tidak benar, usia tersebut merupakan masa-masa
pencarian jati diri, ajang mengekspresikan diri, dan tidak sedikit juga yang
melakukan hal-hal gila demi sebuah eksistensi.
Dalam menggunakan jejaring sosial, tentu adanya rambu-rambu yang mesti
diperhatikan agar aman dan nyaman dalam menggunakannya tanpa harus mengancam
privacy, kita harus bijak dengan apa
yang akan kita bagikan kepada teman-teman di jejaring sosial. Contohnya tidak
membagikan perasaan hari ini, lokasi sekarang atau hal-hal lain yang sifatnya
personal.
Masyarakat Indonesia merupakan salah satu cerminan masyarakat yang
belum siap menerima kemajuan yang ada. Kita tahu bahwa masyarakat Indonesia
merupakan masyarakat gotong-royong, penuh keakraban dan sangat kekeluargaan.
Mungkin tidak pernah terlintas dipikiran kita bahwa jejaring sosial menciptakan
sebuah komunikasi yang tidak efektif. Memang jejaring sosial mendekatkan kita
dengan yang jauh, tetapi menjauhkan kita dari yang dekat, sehingga dapat
menciptakan hubungan yang tidak harmonis.
Kita semua tentunya tidak mengharapkan hal tersebut terjadi. Perlu
adanya sikap bijak menghadapi kemajuan yang terus berkembang. Marilah
bersama-sama menggunakan jejaring sosial sesuai dengan kebutuhan masing-masing
sehingga tidak melenyapkan jati diri bangsa. Alangkah mirisnya jika budaya
heterogen penuh kekeluargaan masyarakat Indonesia digantikan dengan budaya
barat yang sangat homogen.

