“Semakin banyak kita memberi maka akan semakin banyak kita
mengeluarkan”
Walaupun hanya sekedar lelucon, namun tanpa disadari masih banyak dari kita yang terus membiarkan ungkapan tersebut terus tumbuh dan berakar dihati. Dilihat dari kaca mata ekonomi tentu itu sangat benar, tetapi dari sudut pandang agama dengan memberi maka kelak kita akan memperoleh balasan atas apa yang telah kita keluarkan, pastinya harus dilakukan dengan ikhlas karena ikhlas adalah ruh dari amalan yang dilakukan.
Sebagai mahluk sosial, kita tidak luput dari peran orang lain dikehidupan
kita. Orang kaya bisa dikatakan kaya ketika ada orang miskin, orang tinggi bisa
dianggap tinggi ketika ia berada diantara orang lain yang pendek, seorang
pemimpin bisa disebut pemimpin ketika ada orang lain yang dipimpinnya, begitu
juga dengan orang pintar akan diakui kepintarannya atas kemampuan lebih yang
Allah anugerahkan atas yang lainnya. Lantas kelebihan yang telah Allah berikan
itu jangan sampai membuat manusia menjadi seorang yang arogan karena semua itu hanya sekedar titipan.
Berbagi itu indah. Ya... berbagi itu sesuatu yang mulia,
pepatah lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita “tangan diatas lebih
baik daipada tangan dibawah”. Namun pada kenyataannya tidak mudah untuk
dilakukan walau itu sangat mudah untuk diucapkan.
Kembali ke lelucon awal tadi, ungkapan diatas tentunya tidak berlaku
untuk ilmu, berbagi ilmu lebih tepatnya. Karena semakin banyak kita membagikan
ilmu yang kita miliki, maka kita akan semakin mengerti dan menguasai ilmu itu
sendiri. Sebenarnya apa sih peran ilmu dalam kehidupan manusia?
Tidak banyak yang bisa dilakukan tanpa ilmu, ilmulah yang membuat
manusia itu hidup, berbuat, berkembang dan tumbuh lebih maju. Ilmu menjadikan
hidup ini lebih mudah. Sebagai contoh: dulu orang harus membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk dapat mengirimkan sebuah surat kepada keluarga atau kerabat
yang berada diluar pulau, sekarang hanya butuh waktu yang sangat singkat untuk
bisa memberikan sebuah kabar atau berita, bahkan dapat berbicara langsung dalam
waktu yang bersamaan. Kemajuan ilmu yang menciptakan telepon/handphone memotong
banyak waktu, ruang dan waktu bukan lagi menjadi masalah.
Kampus adalah salah satu tempat formal menuntut ilmu, masalah
pelajaran adalah masalah tersendiri yang timbul dari kita dan mereka yang
sedang menyelesaikan program pendidikan. Namun kampus bukanlah satu-satunya
wadah menuntut ilmu, organisasi; forum/perkumpulan dan lingkungan sekitar juga
dapat memberikan banyak pelajaran yang dapat kita jadikan bekal untuk menjalani
kehidupan hari esok yang lebih baik.
Beraneka ragam jenis mahasiswa terdapat di kampus, ini mahasiswa atau
suaka marga satwa hehehe..
Kita terlahir di dunia dari
keluarga yang berbeda dan pastinya dibekali kemampuan yang berbeda-beda pula.
Masalah kemampuan biasanya menjadi problem mahasiswa di kampus. Tidak
sedikit yang mengeluh dan tidak bersyukur atas apa yang telah Allah berikan
kepada dirinya. Sebagian dari kita bukan tidak mungkin bisa seperti yang
lainnya, hanya sifat malas yang kadang membelenggu manusia sehingga kesulitan
dalam belajar. Walau pada kenyataannya ada minoritas yang memang mempunyai
kemampuan yang tidak seperti kebanyakan orang, namun itu bukanlah alasan untuk
tidak bisa menjadi seperti yang lainnya.
Berbicara tentang teman-teman yang memiliki kesulitan dalam
menyerap apa yang diberikan dosen dikelas, sebagai makhluk yang dibekali hati
tentu kita akan peka terhadap hal tersebut, namun dari kita masih banyak yang tetap diam begitu saja dan
terus pura-pura tidak tahu atas problem teman kita walau pada hakikatnya kita
menyadarinya.
Tidak salah bahwa sebagian dari kita menganggap kuliah sebagai ajang
kompetisi untuk menjadi lulusan terbaik ketika wisuda, namun tidak benar kalau
harus bersikap acuh tak acuh bahkan saling sikut dan saling menjatuhkan demi
sesuatu yang hanya sebatas kepuasan bathin semata. Ketika kita dengan mudah
menyelesaikan program pendidikan dibangku kuliah sedangkan teman-teman yang
lain masih saja disibukkan dengan kuliah mereka, hanya kita dan orang tua yang
berada di auditorium yang dilengkapi dengan presidium wisuda dan beberapa dosen
yang hadir, apakah kita pantas disebut lulusan terbaik?
Sebagai penutup saya akan membagikan apa yang pernah disampaikan oleh
Imam Al-Ghazali, beliau mengatakan “Manusia
pada dasarnya mati, kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu walaupun dia
hidup itu tidur, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Dan orang yang mengamalkan
ilmunya banyak yang tertipu, kecuali yang ikhlas didalam mengamalkannya”.
Apakah sekarang kita masih punya alasan untuk tidak belajar dan
berbagi dengan ihklas??

No comments:
Post a Comment