Mungkin bukanlah sesuatu yang baru lagi ditelinga
istilah mahasiswa kupu-kupu. Ya disebut kupu-kupu bukan karena mereka mempunyai
sayap yang indah atau dua buah tentakel penghisap madunya. Tipe mahasiswa ini
biasanya lebih didominasi oleh mereka yang memakai kaca mata, potongan rambut
rapi, celana bahan berwarna gelap dan setiap harinya memakai kemeja, biasanya tipe
mahasiswa ini adalah kumpulan dari mereka yang pintar dan rajin karena setiap
harinya mereka hanya kuliah lalu pulang dan selalu belajar, tepat sekali
disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Yang menarik dari
tipe mahasiswa ini adalah mereka akan mendadak menjadi idola teman-teman yang
lain, walau hanya ketika ujian dan ketika ada pekerjaan rumah yang rumit saja.
Lalu ada lagi tipe mahasiswa kura-kura. Apa mereka
mahasiswa yang jalannya lambat karena isi tas yang terlalu berat? Tentu tidak,
tipe mahasiswa ini adalah mereka yang mengabdikan seluruh jiwa dan raganya
untuk rakyat (kata mereka sih), lebih tepatnya mereka adalah bagian dari
mahasiswa lain yang berkecimpung di dunia organisasi. Selain kuliah dikelas,
mereka mempunyai segudang kegiatan. Ada kegiatan pasti ada persiapan dan
persiapan tidak akan jauh dari kata yang namanya rapat. Ya benar sekali mereka
yang menghabiskan waktu selain jam kuliahnya untuk rapat, mahasiswa kura-kura
(kuliah rapat-kuliah rapat).
Dan tidak ketinggalan tipe mahasiswa ini, mahasiswa
kunang-kunang. Mereka memang punya pesona, mengepakkan kedua sayapnya selangkah
demi selangkah dan menari-nari di udara, tak lelah menerangi lingkungan sekitarnya
yang gelap. Upps ini bukan tipe mahasiswa kunang-kunang tapi kunang-kunang asli
hehehe...
Tipe mahasiswa ini mempunyai solidaritas yang tinggi.
Bukan hanya itu, potongan lirik lagu band ternama mereka ambil dan mereka
jadikan slogan. Pada sudah tahu kan apa yang saya maksud? Ya... benar sekali,
“Makan ngga makan yang penting ngumpul”, band ternama yang karirnya bukan cuma
di dunia musik saja, tapi mereka juga bergerak dalam bisnis distribusi air,
Selang. Sehingga tak jarang tipe mahasiswa ini lebih memilih kuliah di kantin
atau di mall-mall dekat kampus dibandingkan kuliah di kelas. Waduh disana kuliah
apa ya? Ternyata mereka diskusi toh alias ngobrol. Tapi jangan salah loh, tipe
mahasiswa ini semua pejabat-pejabat mahasiswa di kampus, ada ketua RT, ketua
RW, lurah, camat, dan bahkan ada yang sudah jadi gubernur. Kok kampus udah
seperti negara aja ya? Ohh ternyata mereka mayoritas sesepu kampus, mereka
adalah orang-orang yang sangat mencintai kampus sehingga tak jarang melupakan topi
segilima yang ada tali rumbainya. Tipe mahasiswa ini menghabiskan masa studinya
hanya untuk nangkring-nangkring dari pada mengejar target lulus tepat waktu
dengan nilai yang baik. Tidak salah lagi, inilah tipe mahasiswa kunang-kunang
(kuliah nangkring-kuliah nangkring).
Termasuk tipe mahasiswa manakah teman-teman sekalian?
Atau mungkin punya tipe sendiri yang dikategorikan berdasarkan kemiripan wajah
dengan hewan yang bersangkutan? Hehehe... Just kidding.
Semua uraian diatas hanyalah lelucon semata yang
kebenarannya hanya beberapa persen saja. Hal yang terpenting apupun tipe diri
kita, minumnya tetap Teh Gelas Sastro. Ohh bukan, tetaplah menjadi pribadi yang
memilki kepedulian dan loyalitas tinggi terhadap kampus dan tentunya tidak
melupakan amanah kedua orang tua. Pada hakikatnya, IP (Indeks Prestasi)
hanyalah bentuk tanggung jawab kita kepada orang tua, tetapi ilmu adalah bekal
nyata akan pengabdian kita nanti kepada Nusa dan Bangsa. Kuliah penting, organisasi juga penting,
bersosialisasi juga tidak boleh dilupakan, semuanya harus seimbang agar dicapai
tujuan yang telah menjadi impian.
No comments:
Post a Comment